13 Rayuan Terbaru 2009
1. Tadi malam aku kirim bidadari untuk menjaga tidurmu. Eh, dia buru-buru balik. Katanya, 'Ah, masa bidadari disuruh jaga bidadari?' --- Hoek!
2. Kalau kamu nanya berapa kali kamu datang ke pikiranku, jujur aja, cuma sekali. abisnya, ga pergi2 sih! --- Najis Loh!
3. Sempet bingung jg, kok aku bisa senyum sendiri. Baru nyadar, aku lagi mikirin kamu. --- WAKS!
4. Kalau suatu saat kamu hancurkan hatiku... akan kucintai kamu dengan kepingannya yang tersisa. --- Hoeeek!
5. Berusaha melupakanmu, sama sulitnya dengan mengingat seseorang yang tak pernah kukenal. --- Hahaha nice one!
6. Kalau kamu ajak aku melompat bareng, aku ngga bakalan mau. Mending aku lari ke bawah, bersiap menangkapmu. --- idih gepeng ntar!
7. Aku pernah jatuhkan setetes air mata di selat Sunda. Di hari aku bisa menemukannya lagi, itulah waktunya aku berhenti mencintaimu. --- jitak!
8. Ga usah janjiin bintang dan bulan untuk aku, cukup janjiin kamu bakal selalu bersamaku di bawah cahayanya. --- najooos..
9. Kalau kamu nanya mana yg lebih penting buat aku: hidupku atau hidupmu, aku bakal jawab hidupku. Eits, jangan marah dulu, karena kamulah hidupku. --- gyahahaha sakit perut..
10. Pertama ketemu, aku takut ngomong sama kamu. Pertama ngomong sama kamu, aku takut kalau nanti suka sama kamu. Udah suka, aku makin takut kalau jatuh cinta. Setelah sekarang cinta sama kamu, aku jadi bener2 takut kehilangan kamu. Kamu emang menakutkan! --- getok pake kursi neh...
11. Ketika hidup memberiku seratus alasan untuk menangis, kau datang membawa seribu alasan untuk tersenyum. --- weeeekkzz
12. Jika aku bisa jadi bagian dari dirimu, aku mau jadi airmatamu, yang tersimpan di hatimu, lahir dari matamu, hidup di pipimu, dan mati di bibirmu --- maksut loh?!
13. Orang bilang bulan itu indah...tapi aku bilang tidak. Orang bilang planet venus itu cantik...tapi menurut aku tidak. Aku bilang bumi itu indah dan cantik...karena ada kamu. --- lempar pake bedug mesjid!
by: Arisza-Attire
(sumpah ini bikin gw ngakak di tengah malam pas lagi kerja)
Sebuah blog tentang Aku, Cinta dan KeNarsisanku. 'Love Is A Beautifull Sin' with double 'L', merasa tak salah dengan dgn tambahan huruf itu karena cinta memang bisa menjadi dosa yang paling indah yang pernah/akan kamu temui. Sedangkan 'Voice of A Sinner', hanya sebuah kalimat tambahan yang diberikan oleh teman baik saya Anjani. (Untungnya seh nyambung!)
Tampilkan postingan dengan label Dududu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dududu. Tampilkan semua postingan
Senin, 26 Januari 2009
Sabtu, 10 Januari 2009
Full Moon
Malam tadi..
Gw ngajak keluarga & sodara gw si Jessica, untuk makan GulTik untuk pertama kali dalam hidupnya.
Seperti yang kita tau, makanan ternama tersebut cuma bisa kita temuin di Tikungan BlokM-Bulungan-Mahakam. Setelah melewati beberapa gerobak,mobil kami pun parkir. And U know what?? Gw menemukan Gultik yang masih dipikul dan menggunakan arang sebagai pembakarnya. Great!
Akhirnya sodaraku bisa merasakan keaslian gultik.
Seneng karena bisa memberikan taste yang tepat buat keluarga gw. Tapi, di seberang terdengar satu cafe yang pernah gw singgahi sama si Dia. Dimana itu sebuah surprise dari satu keinginan yang blm pernah keucap sekali pun.
Dan ketika pun gw pengen nangis, gw berusaha menahannya dengan menengadahkan kepala ke atas..
Semua perasaan itu terhenti oleh 1 keindahan, bernama Bulan PURNAMA.
Gw pun langsung tersenyum dan menikmati angin malam diantara keluarga yang sedang mengganyem Gulai.
Setelah selesai makan,gw pun berusaha menyebarkan kepada teman2 gw yang senang meng'autis' juga..
Gw pun mengirim kalimat, "Dah liat bulannya? Keren.."
Dan jawabannya macem2..
Fajar: ..... (ga dijawab2)
Agung.Su : Siap
Indra : So?? Lagi dimana?? Keluar yukk!! Disini mendung! Jadi ga keliatan.. Hiks..
Misbron : Apaan seh? Lo lagi dateng bulan trus gw suruh liat??
Inal : Udah td, sambil menikmati heineken.
Anak Ayam : Udah daritadi, gw memang selalu menongkronginya setiap tanggal 14-15 setiap bulan menurut tanggalan Islam.
Uwos : Keren.. Bulannya ada di tengah di kelilingin awan.. Kok bisa gitu yah?? Selamat menikmati bulan, de' mei.
Hmm..
Sesedih apapun..gw masih mampu merasakan sedikit kebahagiaan diatas kesakitan gw..
Gw masih punya mereka2 yang aneh2 itu..ato bisa disebut sahabat yang tak disadari.
Dan alunan lagu, yang entah apa judulnya atopun bandnya, dari cafe itu pun jadi soundtrack malam ini.
Gw akan berusaha berhenti bertanya "kenapa".
Masih bisa mencintaimu sudah cukup untuk sekarang.
Karena memang tidak ada yang bisa dilakukan selain berbagi dengan kawan2 terdekat maupun terjauh. Rindu yang terlalu penuh dan kenangan yang menyesakkan ini..semoga gw bisa lebih dewasa karenanya..
Makasih TUHAN..
Makasih atas keindahan yang KAU lukis malam ini di langitMU.
Makasih banyak karena masih mau menyentilku.
Makasih karena masih peduli.
Makasih sudah memberikan waktu bagiku untukku berbagi dan bersyukur.
-10 Januari 2009-
Gw ngajak keluarga & sodara gw si Jessica, untuk makan GulTik untuk pertama kali dalam hidupnya.
Seperti yang kita tau, makanan ternama tersebut cuma bisa kita temuin di Tikungan BlokM-Bulungan-Mahakam. Setelah melewati beberapa gerobak,mobil kami pun parkir. And U know what?? Gw menemukan Gultik yang masih dipikul dan menggunakan arang sebagai pembakarnya. Great!
Akhirnya sodaraku bisa merasakan keaslian gultik.
Seneng karena bisa memberikan taste yang tepat buat keluarga gw. Tapi, di seberang terdengar satu cafe yang pernah gw singgahi sama si Dia. Dimana itu sebuah surprise dari satu keinginan yang blm pernah keucap sekali pun.
Dan ketika pun gw pengen nangis, gw berusaha menahannya dengan menengadahkan kepala ke atas..
Semua perasaan itu terhenti oleh 1 keindahan, bernama Bulan PURNAMA.
Gw pun langsung tersenyum dan menikmati angin malam diantara keluarga yang sedang mengganyem Gulai.
Setelah selesai makan,gw pun berusaha menyebarkan kepada teman2 gw yang senang meng'autis' juga..
Gw pun mengirim kalimat, "Dah liat bulannya? Keren.."
Dan jawabannya macem2..
Fajar: ..... (ga dijawab2)
Agung.Su : Siap
Indra : So?? Lagi dimana?? Keluar yukk!! Disini mendung! Jadi ga keliatan.. Hiks..
Misbron : Apaan seh? Lo lagi dateng bulan trus gw suruh liat??
Inal : Udah td, sambil menikmati heineken.
Anak Ayam : Udah daritadi, gw memang selalu menongkronginya setiap tanggal 14-15 setiap bulan menurut tanggalan Islam.
Uwos : Keren.. Bulannya ada di tengah di kelilingin awan.. Kok bisa gitu yah?? Selamat menikmati bulan, de' mei.
Hmm..
Sesedih apapun..gw masih mampu merasakan sedikit kebahagiaan diatas kesakitan gw..
Gw masih punya mereka2 yang aneh2 itu..ato bisa disebut sahabat yang tak disadari.
Dan alunan lagu, yang entah apa judulnya atopun bandnya, dari cafe itu pun jadi soundtrack malam ini.
Gw akan berusaha berhenti bertanya "kenapa".
Masih bisa mencintaimu sudah cukup untuk sekarang.
Karena memang tidak ada yang bisa dilakukan selain berbagi dengan kawan2 terdekat maupun terjauh. Rindu yang terlalu penuh dan kenangan yang menyesakkan ini..semoga gw bisa lebih dewasa karenanya..
Makasih TUHAN..
Makasih atas keindahan yang KAU lukis malam ini di langitMU.
Makasih banyak karena masih mau menyentilku.
Makasih karena masih peduli.
Makasih sudah memberikan waktu bagiku untukku berbagi dan bersyukur.
-10 Januari 2009-
Minggu, 02 November 2008
DROPLETS
COLBIE CAILLAT feat. Jason Reeves
I'm leaving you
I'm not sure if that’s what I should do
It hurts so bad
I'm wanting you but cant go back
Trying to find, to find
That all elusive piece of mind
Stuck here somehow
Shrouded beneath my fear
And now I don’t need it
Cuz I'm walkin down this road alone and figured all I'm thinking bout is you, is you my love
And my head is in a cloud of rain and the world it seems so far away and I'm just waiting for
The droplets, droplets
You left a mark
I wear it proudly on my chest
Above my heart Above my heart
To Remind me that I feel the best
When I'm with you When I'm with you
To me everything is effortless
You know its true
My eyes are painted with regret and I don’t need it
Cuz I'm walkin down this road alone and figured all I'm thinking bout is you, is you my love
And my head is in a cloud of rain and the world it seems so far away and I'm just waiting to fall and sink into your tears
You are like the raindrops, the raindrops falling down on me
You left a mark you left a mark
She left a mark he left
She left he left
And I don’t I don’t
Need it. Need it
I'm leaving you
I'm not sure if that’s what I should do
It hurts so bad
I'm wanting you but cant go back
Trying to find, to find
That all elusive piece of mind
Stuck here somehow
Shrouded beneath my fear
And now I don’t need it
Cuz I'm walkin down this road alone and figured all I'm thinking bout is you, is you my love
And my head is in a cloud of rain and the world it seems so far away and I'm just waiting for
The droplets, droplets
You left a mark
I wear it proudly on my chest
Above my heart Above my heart
To Remind me that I feel the best
When I'm with you When I'm with you
To me everything is effortless
You know its true
My eyes are painted with regret and I don’t need it
Cuz I'm walkin down this road alone and figured all I'm thinking bout is you, is you my love
And my head is in a cloud of rain and the world it seems so far away and I'm just waiting to fall and sink into your tears
You are like the raindrops, the raindrops falling down on me
You left a mark you left a mark
She left a mark he left
She left he left
And I don’t I don’t
Need it. Need it
Senin, 27 Oktober 2008
Kawinan mba anti.. 080808
Minggu, 19 Oktober 2008
Buku dan Musik Dee Lestari - RECTOVERSO
Gw ga tau.. Gw denger musiknya dia.. Sederhana.. Musik pun sederhana.. Bersih.. Pake hati.. Sampe ketika lo belum merasakan hal2 yang dia nyanyiin aja.. Lo ngerti apa perasaannya..
Bukan mendewakan..Tapi, gw berdoa, semoga dia selalu bisa menjadi 'guru' bagi kita semua..
Bukan mendewakan..Tapi, gw berdoa, semoga dia selalu bisa menjadi 'guru' bagi kita semua..
Kamis, 15 Mei 2008
Meaning of "How to save a life"
by alwaysanole
This is my take:
"step one, you say 'we need to talk'he walks, you say 'sit down, it's just a talk'
He feels the first thing he needs to do to help his friend is to tell him "we need to talk". And reassure him that everything is going to be ok because after all "it's just a talk"
"he smiles politely back at you
you stare politely right on through
some sort of window to your right
as he goes left and you stay right
between the lines of fear and blame
you begin to wonder why you came"
The friend the storyteller is confronting seems to know what the talk is about so he tries to stay calm by "smiling politely"
But the storyteller cant bare to look his friend in the eye so he "stares right on through the window" The window could symbolize literally a window the storyteller is looking at to avoid eye contact with his friend because he is "fearful" of what his friend will think of what he has to say (and fearful for his friends life), especially if his friend is not willing to take the "blame" for his actions. And if his friend wont listen to him it's all just a waste of time and he'll "wonder why he came".
Referring back to the window, he could also be speaking figuratively, thinking of this as his window of oppurtunity to help his friend.
"where did i go wrong?i lost a friend somewhere along in the bitternessand i would have stayed up with you all nighthad i known how to save a life"He's asking himself "where did I go wrong"? How come I couldn’t reach my friend? And possibly feeling guilty for the "bitterness" he feels toward his friend because his friend hasn’t changed his ways (possibly that bitterness pushed his friend away, making him even harder to reach)And the next part could mean two different things. The more symbolic: "staying up all night" would mean spending a lot of time trying to "save a life" "had he known how" by being there for his friend if he only knew how to help him straighten out his life. Or "staying up all night" could literally mean staying up all night while his friend was going through withdraw from the drugs he was taking and "had he know how to save a life" would then mean if he knew staying up all night with him to help him through his withdraw was what he needed to save his life, he would have done that.
(Sorry if none of that made sense, it made more sense in my head)
"let him know that you know best'
cause after all, you do know best”
He wants his friend to know that he knows what is best for him hence "let him know that you know best".“try to slip passed his defensewithout granting innocence”
He also wants to " try to slip passed his defense" meaning he wants to be gentle enough to were his friend will let down his guard and listen to him but he doesnt want to "grant innocence" meaning not letting his friend believe that his actions weren’t wrong.
So basically find a balance between sensitivity and sternness when he is confronting his friend.“lay down a list of what is wrongthings you told him all along”Once he has accomplished that he wants to "lay down a list of what is wrong, things he told him all along" In other words, once his friend is listening he's going to try to tell him all the things that he has done wrong, like he's attempted to in the passed.“pray to god he hears youand pray to god he hears you"The storyteller then realizes all you can do after that is "pray to god he hears you""as he begins to raise his voiceyou lower yours and grant him one last choice"
His friend get angry because of the things he is telling him, but he stays calm and lays it on the line."drive until you lose the roador break with the ones you've followed" He tells his friend that he can drive himself to his end or choose a better path to follow.
"he will do one of two thing
she will admit to everything
or he'll say he's just not the same"
His friend will either admit to his wrong doing or he’ll just say he’s not the same person that he used to be and that he can’t change who he currently is.
“and you'll begin to wonder why you came”
And obviously if his friend chooses not to change
“you’ll begin to wonder why you came” because it was a unsuccessful attempt to help his friend.
That's just my take.
This is my take:
"step one, you say 'we need to talk'he walks, you say 'sit down, it's just a talk'
He feels the first thing he needs to do to help his friend is to tell him "we need to talk". And reassure him that everything is going to be ok because after all "it's just a talk"
"he smiles politely back at you
you stare politely right on through
some sort of window to your right
as he goes left and you stay right
between the lines of fear and blame
you begin to wonder why you came"
The friend the storyteller is confronting seems to know what the talk is about so he tries to stay calm by "smiling politely"
But the storyteller cant bare to look his friend in the eye so he "stares right on through the window" The window could symbolize literally a window the storyteller is looking at to avoid eye contact with his friend because he is "fearful" of what his friend will think of what he has to say (and fearful for his friends life), especially if his friend is not willing to take the "blame" for his actions. And if his friend wont listen to him it's all just a waste of time and he'll "wonder why he came".
Referring back to the window, he could also be speaking figuratively, thinking of this as his window of oppurtunity to help his friend.
"where did i go wrong?i lost a friend somewhere along in the bitternessand i would have stayed up with you all nighthad i known how to save a life"He's asking himself "where did I go wrong"? How come I couldn’t reach my friend? And possibly feeling guilty for the "bitterness" he feels toward his friend because his friend hasn’t changed his ways (possibly that bitterness pushed his friend away, making him even harder to reach)And the next part could mean two different things. The more symbolic: "staying up all night" would mean spending a lot of time trying to "save a life" "had he known how" by being there for his friend if he only knew how to help him straighten out his life. Or "staying up all night" could literally mean staying up all night while his friend was going through withdraw from the drugs he was taking and "had he know how to save a life" would then mean if he knew staying up all night with him to help him through his withdraw was what he needed to save his life, he would have done that.
(Sorry if none of that made sense, it made more sense in my head)
"let him know that you know best'
cause after all, you do know best”
He wants his friend to know that he knows what is best for him hence "let him know that you know best".“try to slip passed his defensewithout granting innocence”
He also wants to " try to slip passed his defense" meaning he wants to be gentle enough to were his friend will let down his guard and listen to him but he doesnt want to "grant innocence" meaning not letting his friend believe that his actions weren’t wrong.
So basically find a balance between sensitivity and sternness when he is confronting his friend.“lay down a list of what is wrongthings you told him all along”Once he has accomplished that he wants to "lay down a list of what is wrong, things he told him all along" In other words, once his friend is listening he's going to try to tell him all the things that he has done wrong, like he's attempted to in the passed.“pray to god he hears youand pray to god he hears you"The storyteller then realizes all you can do after that is "pray to god he hears you""as he begins to raise his voiceyou lower yours and grant him one last choice"
His friend get angry because of the things he is telling him, but he stays calm and lays it on the line."drive until you lose the roador break with the ones you've followed" He tells his friend that he can drive himself to his end or choose a better path to follow.
"he will do one of two thing
she will admit to everything
or he'll say he's just not the same"
His friend will either admit to his wrong doing or he’ll just say he’s not the same person that he used to be and that he can’t change who he currently is.
“and you'll begin to wonder why you came”
And obviously if his friend chooses not to change
“you’ll begin to wonder why you came” because it was a unsuccessful attempt to help his friend.
That's just my take.
Kamis, 08 Mei 2008
Arti dari Teriakan..!!??
Cerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang
tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan.
Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang
menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa? Kebiasaan ini ternyata mereka
lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan
sulit untuk dipotong dengan kapak.
Inilah yang mereka lalukan, dengan tujuan supaya pohon itu mati. Caranya
adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat
hingga ke atas pohon itu.
Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada
di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu.
Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh
hari. Dan apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu
perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya
juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan
demikian, mudahlah ditumbangkan.
Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini
sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka
telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap
mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut
kehilangan rohnya.
Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah,
sekarang apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif
di kepulauan Solomon ini? O, sangat berharga sekali! Yang jelas,
ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup
tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.
Pernahkah kita berteriak pada anak kita? Ayo cepat! Dasar leletan! Bego
banget sih.. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan.. . Ayo,
jangan main-main disini. Berisik! Bising!
Atau, pernahkah kita berteriak kepada orang tua kita karena merasa
mereka membuat kita jengkel? Kenapa sih makan aja berceceran? Kenapa sih
sakit sedikit aja mengeluh begitu? Kenapa sih jarak dekat aja minta
diantar?
Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak? Atau, mungkin kitapun
berteriak balik kepada pasangan hidup kita karena kita merasa sakit
hati? Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu, tahu nggak?!
Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa! Aduh.. Perempuan kampungan
banget sih?!
Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya. Eh tolol, soal
mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi pinter?
Ingatlah, setiap kali kita berteriak pada seseorang karena merasa
jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh
penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali
kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita
cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita.
Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita
perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan
hubungan kita.
Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah
untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita
perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita
berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan?!
Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan
teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter.
Mudah menjelaskannya. Pada realitanya,
meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu
jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak.
Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha
melukai serta mematikan roh pada orang yang dimarahi kerena
perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita
berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.
Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada
orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati,
janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda
ingin segera membunuh roh pada orang lain ataupun roh pada hubungan
Anda, selalulah berteriak.
Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin
dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik sebagai
balasannya.
Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai tanpa harus
berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita
tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan.
Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang
menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa? Kebiasaan ini ternyata mereka
lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan
sulit untuk dipotong dengan kapak.
Inilah yang mereka lalukan, dengan tujuan supaya pohon itu mati. Caranya
adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat
hingga ke atas pohon itu.
Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada
di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu.
Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh
hari. Dan apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu
perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya
juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan
demikian, mudahlah ditumbangkan.
Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini
sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka
telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap
mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut
kehilangan rohnya.
Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah,
sekarang apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif
di kepulauan Solomon ini? O, sangat berharga sekali! Yang jelas,
ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup
tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.
Pernahkah kita berteriak pada anak kita? Ayo cepat! Dasar leletan! Bego
banget sih.. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan.. . Ayo,
jangan main-main disini. Berisik! Bising!
Atau, pernahkah kita berteriak kepada orang tua kita karena merasa
mereka membuat kita jengkel? Kenapa sih makan aja berceceran? Kenapa sih
sakit sedikit aja mengeluh begitu? Kenapa sih jarak dekat aja minta
diantar?
Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak? Atau, mungkin kitapun
berteriak balik kepada pasangan hidup kita karena kita merasa sakit
hati? Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu, tahu nggak?!
Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa! Aduh.. Perempuan kampungan
banget sih?!
Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya. Eh tolol, soal
mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi pinter?
Ingatlah, setiap kali kita berteriak pada seseorang karena merasa
jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh
penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali
kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita
cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita.
Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita
perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan
hubungan kita.
Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah
untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita
perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita
berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan?!
Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan
teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter.
Mudah menjelaskannya. Pada realitanya,
meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu
jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak.
Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha
melukai serta mematikan roh pada orang yang dimarahi kerena
perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita
berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.
Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada
orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati,
janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda
ingin segera membunuh roh pada orang lain ataupun roh pada hubungan
Anda, selalulah berteriak.
Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin
dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik sebagai
balasannya.
Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai tanpa harus
berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita
Minggu, 27 April 2008
I Will - The Beatles
Who knows how long I've loved you
You know I love you still
Will I wait a lonely lifetime?
If you want me to I will
And if I ever saw you
I didn't catch your name
But it never really mattered
I will always feel the same
Love you forever, and forever
Love you with all my heart
Love you whenever we're together
Love you when we're apart
And when at last I find you
Your song will fill the air
Sing it loud so I can hear you
Make it easy to be near you
For the things you do endear you to me
OH, you know I will
I will
do do do do do do do do do
la la la la la la la.
You know I love you still
Will I wait a lonely lifetime?
If you want me to I will
And if I ever saw you
I didn't catch your name
But it never really mattered
I will always feel the same
Love you forever, and forever
Love you with all my heart
Love you whenever we're together
Love you when we're apart
And when at last I find you
Your song will fill the air
Sing it loud so I can hear you
Make it easy to be near you
For the things you do endear you to me
OH, you know I will
I will
do do do do do do do do do
la la la la la la la.
Minggu, 13 April 2008
Langganan:
Postingan (Atom)


