Tampilkan postingan dengan label Poezien. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poezien. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 September 2013

Jiwa Baru

Lihatlah ketulusan rasa
dari matanya
Raut muka yang tak ditahan
atau dibuat-buat
Kata atau kalimat yang
dengan susah payah 
ia susun agar kita mengerti
Pertanyaan lugu yang terlontar 
dari suara kecilnya
Cara ia bersandar dan bermain 
tanpa kenal malas

Itu hal rutin dari
kebiasaannya sehari-hari
Bertambah satu memori 
dan keahlian di kepalanya
Atau mungkin sebuah jawaban 
atas pertanyaan yang salah?
Ia kadang menatap sambil menangis 
karena sebuah larangan 
yang tidak mereka pahami
Berteriak ketika kita tak memperhatikan 
apa yang ia bicarakan berulang kali
Berdansa lepas saat mendengar 
ketukan irama

Alangkah iri saya dengannya
Dengan kelincahan berlari
Keberanian untuk mencoba
sesuatu yang baru
Rasa penasaran mencari jawaban 
sampai ia puas
Berkilah kesana kemari
hingga penat dan lapar menghentikannya
Ia jiwa baru seputih susu
yang belum ternoda oleh warna kehidupan
Sebuah jiwa yang mencari tujuan
dengan tempaan ingatan dari sekitarnya.

Mampang, 2 Juni 2013

Senin, 02 Januari 2012

-All-



Among all of thousands people around

I found you beneath them


Among all the eyes that were shimmering

I land mine only on yours


Among all the sound of shouts

I could only feel relieve with yours




Jakarta, 1 August 2010
01:55 am
Published with Blogger-droid v1.4.9

Senin, 20 Juni 2011

Ah, Jerawat!


Satu minggu terlewat

Satu minggu lagi yang harus dijalani

Muka membopeng sebab jerawat

Rindu meradang menurut mereka

Apapun arti ini sebenarnya

Jangan sampai tambah bopengnya!

Ah, jerawat kamu!




Jakarta, 20 Juni 2011
02:07am


Keluh

Sendiri dsini.

Lelah dsana.

Cinta didera rindu.

Sabar diuji waktu.

Kalimat ini tak terjamah rasa.

Berharap ini berakhir cepat.



 Cepat pulang!
 


Kata tak mampu lagi kurangkai!



Jakarta, 18 Juni 2011


Sabtu, 02 April 2011

Cobalah

Ketika rasa sakit telah usai
Luka tersembuhkan oleh kasih
Dan kenyataan pun jelas terbukti
Aku yg tanpa rasa lega
Tak merasa benar
Hanya akan tersenyum



Jakarta, 2 April 2011
Dedicated for Vebri Oktaviani


Rabu, 13 Oktober 2010

Di Hadapan


Walaupun
setia telah kusematkan
di jarimu

Aku tetap tak bisa
memilikimu dengan bangga
di hadapan dunia

Aku takkan pernah
mampu mengatakannya
di hadapan mereka


-Jakarta, 13 Oktober 2010-
Published with Blogger-droid v1.6.3

Selasa, 09 Februari 2010

tak mampu

tangis tanpa linangan
teriakan tanpa suara
luka tanpa lebam
rindu tanpa bayangan

mampu gambarkan semua itu
ketika kau tak disampingku
mampu rasakan itu semua
ketika tersadar, cintaku memang benar padamu

Home, 9 Februari 2010
(02:54pm)

Rabu, 04 November 2009

Berkata

Aku ingin berkata

Kini hanya ada

Senyum yang terbagi

Penat yang terhela

Pelukan yang ternyaman

Pejaman mata yang terlelap

Dan semoga itu yang dihabiskan

Nanti dalam kiasan kata

Kita


Jakarta, 4 November 2009
(11:36PM)



Minggu, 11 Oktober 2009

Kini

Tarikan sesak
Senyum pahit
dan Binaran kecewamu

Kalimat kasar
Keluhan rasa
dan Ketidak-pekaanku

Tak terpungkiri
Tak sempurna
dan Tak tersesali

Aku
Kamu
dan Kini


Jakarta, 11 Oktober 2009
(02:28am)



Jumat, 09 Oktober 2009

Kami, Sekolah dan Anda


Untuk sebuah senyum yang terbagi
dalam sapa hari
Untuk rima keseharian yang tertera
dalam lubuk hati
Untuk hela yang terdera
di setiap kalimat ingkar kami

Terlewati detik yang terkenang
Terjalani langkah sampai saat ini
Syukuri atas hadirmu hingga kini

Terimakasih atas Jasa, Kesabaran dan Cinta
yang terpatri dalam hati kami


Jakarta, 09 Oktober 2009
(06:04pm)

Kamis, 04 Juni 2009

Tak Peduli

Akan lama ataupun sebentar

Apapun yang terjadi besok entah lusa

Yang ku tau dan harus kau sadari

Aku menyayangimu sebisaku

Hingga detik ini


-Pd.Aren,4 Juni 2009-

(03:15am)

Rabu, 18 Maret 2009

Mari..

Mari..
Mendekatlah
Tangan kami sudah melambai
Sapa kami pun memanggilmu

Kemari
Lebih dekat
Lihatlah senyum kami menyambutmu

Kesini
Ya berjalanlah kesini
Duduk disamping kami

Ya benar
Benarkan dirimu
Tertawalah dengan kami

Tak usah
Tak perlu membagi hati ataupun perasaanmu
Berbicaralah dengan topengmu

Karena kami
Karena kami disini
Karena disinilah tempat kau beralih

Alihkan dirimu karena otakmu butuh bernapas
Alihkan matamu karena kerutanmu butuh senyuman
Alihkan cintamu karena hatimu butuh jiwa penghibur seperti kami

Tak ada yang dipaksakan
Tak ada usiran
Tak ada batas waktu

Disini hanya ada kami
Kamu
Dan tangan yang terentang untuk memelukmu


-Jakarta,18 Maret 2009-
(01.05pm)



Dedicated to:
Novita 'Ucil' Wulandari

Kamis, 01 Januari 2009

Hatiku

Ajarkan aku cara menyayangi orang lain
setulus kau menyayangi dia
Ajarkan aku untuk berhenti
menangisi kerinduan ini
Sudahlah
aku muak dengan hatiku


Jakarta, 30 Desember 2008
(08:18pm)

Di sana

Di sudut hati
Itulah tempatku sekarang
Ketika kehadirannya
mampu memenuhi harimu
Di sudut gelap
Naungan itu penyimpan kehangatanku
Ketika senyumnya
cukup membuatmu bahagia
Di antara mimpi dan kesadaran
Senyata itulah cintaku
Ktika kaki ini tak pernah mampu
memalingkan wajahku dari kalian

Jakarta, 30 Desember 2008
(00:19am)

Senin, 29 Desember 2008

H.A.U.S.

Hari-hari dimana hati tersipu
Atas keindahan tawa yg tak terdera
Ungkapan cinta syukur tanpa cela
Selamanya karena telah memiliki kalian


PIM,27.12.08
(06.23pm)

Jumat, 19 Desember 2008

BUKAN CUMA HUJAN

Biarkan aku hanya menjadi rintikan hujan di tamanmu
yang akan menguap saat matahari mulai bersinar
namun saat nanti kau melangkah keluar
kau akan sadar betapa indah pelangi yang mampu kulukis

Jakarta, 19 Desember 2008
(21:16)

Rabu, 10 Desember 2008

Andaikan cinta angin semilir

yang mampu guratkan senyum kala menerpa wajah

yang mampu membelai bebas kala rambut tersibak

yang mampu melepaskan penat kala mata ini tertutup

dan yang mampu bangkitkan rasa kala ia pun bertiup kembali

andaikan cinta hanya angin semilir yang tak pernah harus meninggalkan jejak


Bintaro,10 Desember 2008
(11:21am)

Rabu, 03 Desember 2008

Percayalah

Terdiam dlm rasa ktika smua tawa terasa menghibur
Termenung dlm hela ktika smua pengalaman mreka menjadi metamorfosa kekinian
Tersadar dlm hati ktika aku memang harus mnerima ini sebagai halaman baru tentang hidup
Terambah dlm tanya ktika 'knapa sih?' bukanlah kalimat tepat sampai kapan pun
Tersirat dlm kata yang tak pernah terucap stiap harinya ktika aku di antara keramaian yang sangat riuh.
Tertangkup tangan diatas dadaku ktika kalimat-kalimat ini terlintas:
'Percayalah kekasih,bukan untuk masa lalu, bukan untuk penyesalan, bukan pula untuk kerinduan.
Aku mencintaimu sampai detik ini.'

Selasa, 02 Desember 2008

Bukan Terakhir Kalinya

Bukan hari ini
tak seharusnya aku
berada disini

Bukan hari ini
tak seharusnya aku
mencoba berpaling

Bukan hari ini
saat aku masih harus
menata hati

Bukan hari ini
aku melingkarkan jariku dengan cintamu
untuk terakhir kalinya


Jakarta, 28 November 2008
(01:09am)

Jejak, Menjejak

Waktu terasa lama
ktika kita sedang diliputi
kesedihan

Kesabaran pun sepertinya
tak pernah meninggalkan
jejak

Sekarang atau nanti
aku harus bisa
menjejak lagi


Jakarta, 24 November 2008
(08:48pm)