Kamis, 15 Mei 2008

hari ini (objek)

Langkahku terhenti
Degup dadaku melemah
Mata ini tak berkedip
Aku jatuh cinta
atau
Hanya terpana
Entahlah
yang pasti
Kau objek terindahku
hari ini

citos, 04 April 2008
(23:55)

Meaning of "How to save a life"

by alwaysanole

This is my take:

"step one, you say 'we need to talk'he walks, you say 'sit down, it's just a talk'
He feels the first thing he needs to do to help his friend is to tell him "we need to talk". And reassure him that everything is going to be ok because after all "it's just a talk"
"he smiles politely back at you
you stare politely right on through
some sort of window to your right
as he goes left and you stay right
between the lines of fear and blame
you begin to wonder why you came"
The friend the storyteller is confronting seems to know what the talk is about so he tries to stay calm by "smiling politely"
But the storyteller cant bare to look his friend in the eye so he "stares right on through the window" The window could symbolize literally a window the storyteller is looking at to avoid eye contact with his friend because he is "fearful" of what his friend will think of what he has to say (and fearful for his friends life), especially if his friend is not willing to take the "blame" for his actions. And if his friend wont listen to him it's all just a waste of time and he'll "wonder why he came".
Referring back to the window, he could also be speaking figuratively, thinking of this as his window of oppurtunity to help his friend.

"where did i go wrong?i lost a friend somewhere along in the bitternessand i would have stayed up with you all nighthad i known how to save a life"He's asking himself "where did I go wrong"? How come I couldn’t reach my friend? And possibly feeling guilty for the "bitterness" he feels toward his friend because his friend hasn’t changed his ways (possibly that bitterness pushed his friend away, making him even harder to reach)And the next part could mean two different things. The more symbolic: "staying up all night" would mean spending a lot of time trying to "save a life" "had he known how" by being there for his friend if he only knew how to help him straighten out his life. Or "staying up all night" could literally mean staying up all night while his friend was going through withdraw from the drugs he was taking and "had he know how to save a life" would then mean if he knew staying up all night with him to help him through his withdraw was what he needed to save his life, he would have done that.

(Sorry if none of that made sense, it made more sense in my head)
"let him know that you know best'
cause after all, you do know best”
He wants his friend to know that he knows what is best for him hence "let him know that you know best".“try to slip passed his defensewithout granting innocence”
He also wants to " try to slip passed his defense" meaning he wants to be gentle enough to were his friend will let down his guard and listen to him but he doesnt want to "grant innocence" meaning not letting his friend believe that his actions weren’t wrong.
So basically find a balance between sensitivity and sternness when he is confronting his friend.“lay down a list of what is wrongthings you told him all along”Once he has accomplished that he wants to "lay down a list of what is wrong, things he told him all along" In other words, once his friend is listening he's going to try to tell him all the things that he has done wrong, like he's attempted to in the passed.“pray to god he hears youand pray to god he hears you"The storyteller then realizes all you can do after that is "pray to god he hears you""as he begins to raise his voiceyou lower yours and grant him one last choice"
His friend get angry because of the things he is telling him, but he stays calm and lays it on the line."drive until you lose the roador break with the ones you've followed" He tells his friend that he can drive himself to his end or choose a better path to follow.
"he will do one of two thing
she will admit to everything
or he'll say he's just not the same"
His friend will either admit to his wrong doing or he’ll just say he’s not the same person that he used to be and that he can’t change who he currently is.
“and you'll begin to wonder why you came”
And obviously if his friend chooses not to change
“you’ll begin to wonder why you came” because it was a unsuccessful attempt to help his friend.

That's just my take.

How To Save A Life ( The Fray )

Step one, you say,
"We need to talk"He walks,
you say, "Sit down, it's just a talk"
He smiles politely back at you
You stare politely right on through

Some sort of window to your right
As he goes left and you stay right
Between the lines of fear and blame
You begin to wonder why you came

Where did I go wrong?
I lost a friend somewhere along in the bitterness
And I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a life
Let him know that you know best
Because after all, you do know best
Try to slip past his defense
Without granting innocence
Lay down a list of what is wrong
Things you told him all along
Pray to God he hears you
And pray to God he hears you

And where did I go wrong?
I lost a friend somewhere along in the bitterness
And I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a life

As he begins to raise his voice
You lower yours and grant him one last choice
Drive until you lose the road
Or break with the ones you've followed
He will do one of two things:
He will admit to everything
Or he'll say he's just not the same
And you'll begin to wonder why you came

Where did I go wrong?
I lost a friend somewhere along in the bitterness
And I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a lifeWhere did I go wrong?
I lost a friend somewhere along in the bitterness
And I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a life
How to save a life
How to save a life

Senin, 12 Mei 2008

Membagi senja

Menyadari sekarang, kehidupan yang lama terlantarkan karena kurangnya waktu untuk berbagi dengan kawan2.
Aku hari ini berbagi senja dengan seorang Rozi.
Senja yang membulatkan matahai dengan sempurna sebelum ia benar2 tenggelam.
Namun, aku dan Rozi terlalu terbuai waktu sampai ia pun lupa solat maghrib!
Huhuhu.. Maafkan kami ya, ALLAH..
Kami selalu lupa bersyukur.
Lain kali aku akan berusaha mengingat-Mu lebih daripada minum obat dan mandi.
(Ga sopan!)

Langit dan Bintang Penghibur

Kemarin malam setelah aku pulang dari tugas RISING STAR, tadinya mau pulang naek mobil kantor, tapi, teman.. eh, sodaraku berbaik hati untuk mengantarku pulang sampai rumah naek motor berisiknya! (bagus masih dianterin!)
Diperjalanan dekat rumah, (sempet2nya) aku melihat ke langit. Ternyata cerah gitu..
dan aku kira salah liat. Ternyata bintangnya memang banyak dan berkelap-kelip!
Huahhh.. rasa capeku benar2 hilang setelah itu.
Tapi, karena aku tak tahu harus berbagi pada siapa. Akhirnya 'ku SMS saja Mas Uwos dan mengajaknya meng-autis dan ber-Imogen Heap ria.
Dia pun membalas, ketika aku sudah sampai rumah dan mengantuk sangat.
Ya.. Langit yang indah untuk mengakhiri hari yang menjemukan dan melelahkan.
Setidaknya, itu sudah cukup untuk menghapus kejenuhanku sementara, sebelum aku bisa benar2 bisa cuti!

Seberapa sadar?

Keinginanku tak seberapa
Kalaupun lelah
semoga masih tersediakan bintang
Menenggelam
dalam dunia maya khayalku
Disampingmu
dengan segenggam serpihan hati
Entah harus diapakan
sampai kau sadar


Home, 12 Mei 2008
03:31 AM

Minggu, 11 Mei 2008

Tenyata.. Mengeluh lebih mudah...

Huaaaaa.... Huhuhu... Hix3...

Aku lagi pengen nangis..

Dikala semua orang bisa menikmati malam minggunya dengan jalan2 sama pacar, nginep rumah temen sambil nangis2an, ato bahkan menikmati kesendiriannya di rumah dengan membabat habis DVD2 yang dia punya..

AKU HARUS BEKERJA!!!

walaupun.. tidak separah apa yang harus dijalankan oleh teman2ku yang keesokan pagi jam 6 harus stand-by untuk acara besar yaitu, Thomas dan Uber Cup.

ya.. mungkin mulai sekarang, ku harus mulai belajar bersyukur dengan keadaan yang ada.

Hmmm... Ternyata mengeluh lebih mudah dibandingkan mengingat untuk bersyukur.

Kamis, 08 Mei 2008

Arti dari Teriakan..!!??

Cerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang
tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan.
Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang
menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa? Kebiasaan ini ternyata mereka
lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan
sulit untuk dipotong dengan kapak.

Inilah yang mereka lalukan, dengan tujuan supaya pohon itu mati. Caranya
adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat
hingga ke atas pohon itu.

Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada
di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu.
Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh
hari. Dan apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu
perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya
juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan
demikian, mudahlah ditumbangkan.

Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini
sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka
telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap
mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut
kehilangan rohnya.

Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati. Nah,
sekarang apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif
di kepulauan Solomon ini? O, sangat berharga sekali! Yang jelas,
ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup
tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.

Pernahkah kita berteriak pada anak kita? Ayo cepat! Dasar leletan! Bego
banget sih.. Hitungan mudah begitu aja nggak bisa dikerjakan.. . Ayo,
jangan main-main disini. Berisik! Bising!

Atau, pernahkah kita berteriak kepada orang tua kita karena merasa
mereka membuat kita jengkel? Kenapa sih makan aja berceceran? Kenapa sih
sakit sedikit aja mengeluh begitu? Kenapa sih jarak dekat aja minta
diantar?

Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak? Atau, mungkin kitapun
berteriak balik kepada pasangan hidup kita karena kita merasa sakit
hati? Cuih! Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu, tahu nggak?!
Bodoh banget jadi laki nggak bisa apa-apa! Aduh.. Perempuan kampungan
banget sih?!

Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya. Eh tolol, soal
mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu mulai akan jadi pinter?

Ingatlah, setiap kali kita berteriak pada seseorang karena merasa
jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh
penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali
kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita
cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita.
Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita
perlahan-lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan
hubungan kita.

Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah
untuk mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan. Coba kita
perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Teriakan, hanya kita
berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan?!
Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan
teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter.
Mudah menjelaskannya. Pada realitanya,
meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu
jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak.

Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha
melukai serta mematikan roh pada orang yang dimarahi kerena
perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita
berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.

Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh pada
orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati,
janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Tapi, sebaliknya apabila Anda
ingin segera membunuh roh pada orang lain ataupun roh pada hubungan
Anda, selalulah berteriak.

Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin
dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik sebagai
balasannya.

Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai tanpa harus
berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita


Selasa, 06 Mei 2008

Masih disini aja, melepaskan bukan berarti meninggalkan bukan??


Kemaren, ada orang nanya..

"Masih disini aja,melepaskan bukan berati meninggalkan bukan?" itu buat ....... yah?

Kalo boleh gw jujur..
itu adalah sebuah kalimat yang ga cuma untuk menggambarkan perasaan gw, tapi, juga supaya orang2 sadar, kalau ada kalimat selanjutnya.

karena, cinta itu membebaskan.

Bukan sok wise atau apa..
Buat gw, mencintai seseorang itu adalah hal yang paling mudah untuk dilakukan dan ketika lo mencintai seseorang tanpa harus bertanya
kenapa gw sayang sama dia?,
cinta akan menjadi hal yang paling indah untuk dijalani.

Seberapa lama pun lo menjalani hubungan, gw yakin kalo lo dah mersakan mencintai seseorang lo akan sadar, saat itu pula lo akan ngerasa, lo ga akan mampu hidup tanpa dia.

Sebulan yang lalu, itu yang gw rasakan terhadap seseorang.

Gw menyanggupi untuk bisa menjadi tempat bergantung bagi dia. Waktu itu, gw ga merasa itu adalah sebuah beban buat gw.

Tapi, semua itu mulai terasa berat ketika dia nangis karena kangen sama nyokapnya yang udah meninggal. Gw ga pernah ngerasa kehilangan yang abadi seperti apa yang dia rasain sekarang2 ini. Gw ga tau apa yang harus dan bisa gw lakuin, selain tersenyum dan megang tangan dia.

Merasa bodoh, ga berguna, dan jatuh cinta disaat yang sama.

Gw pikir, hubungan gw sama dia bisa seperti hubungan gw dan ndut yang udah kaya ade-kakak banget. Sampai pada satu titik itu, gw ngerasa, gw bukan orang yang tepat untuk menjadi tempat dia bergantung.

Btw, kalo lagu d'massiv khan Cinta Ini Membunuhku, kalo buat gw... Cinta ini harus kubunuh.
Dalam waktu seminggu, gw merasa semua berubah. Gw, dia dan keadaan.

Gw berusaha menyibukkan diri. Ngejauhin HP. Akh, kaya orang geblek lah pokonya.

'Til, one night, I realise.. Bukan cinta yang salah.. Gw yang salah karena membiarkan cinta itu masuk.

So.. Gw urungkan niat gw untuk ngebunuh perasaan yang dipanggil cinta.

Hasilnya..

Gw masih disini aja.
Berusaha melepaskan dia dan menikmati rasa senang dan sakit yang ada sampai gw bisa merelakan apa yang gw rasa ini ga salah. Gw hanya terlalu menyayangi dia sampe2 gw berpikir bahwa yang gw rasakan ini yang namanya cinta.
Entahlah, mungkin bener, mungkin ga..

Tapi, gw yakin dan gw janji ga akan ninggalin lo.

Mark my words.


p.s.
karena mungkin sebenarnya gw yang ga bisa hidup tanpa lo.